The Copenhagen Wheel: Revolusi Dunia Sepeda Next Generation

Sekelompok Ilmuan dari MIT telah membawa ide dengan mereka yang benar-benar layak untuk bicarakan yang muncul di Konferensi Kopenhagen tentang Perubahan Iklim Desember 2009. Ide tersebut benama The Copenhagen Wheel - nama ini diambil bukan hanya karena nama kota tempat penyelenggaraan konferensi tersebut tetapi juga nama kota Copenhagen telah peran dalam kebangkitan bersepeda di masyarakat kota tersebut selama beberapa tahun.

Review Sekilas Rem Avid Elixir

Tampilan : manis sekaliii, bosen soalnya lihat shimano terus :p

Fungsi : mungkin yang desain rem ini sudah memikirkan polemik rem depan kanan - rem belakang kiri, untuk merubah rem depan dari posisi tangan kiri ke kanan ndak perlu susah2 nyabut kabel hose dari brake lever, cukup dibalik ajah langsung bisa dipake. bagian atas dan bawah sama, jadi ndak masalah mo dibalik2.

Power : nahhh ini dia, bagi penggemar late braking seperti cucok neh, karena rem ini powernya oks punya. contohnya spt turunan makadam kemaren di sukamantri, lepas aja rem, makin cepat makin berasa 'halus' jalanan makadam, ntar ngerem pas mo masuk tikungan atau ada teman yang menghalangi jalan.

Gowes Bareng Akhir Tahun: Sebuah Catatan Dari Swiper

Berangkat jam 6 dengan ditemenin ama Desoe en Sunar akhirnya sampe di lippo (niaga cimg) jam 6.35. Pagi itu di parkiran lippo penuh dengan mobil yg lagi unloading sepeda...tumben nyari parkir susah :p bareng di-itung2 ada 90an sepeda !!

Setelah pasang roda dan setel2 seperlunya...acara dimulai dengan briefing dari om Dryae dan dilanjutkan dengan yg selalu kita lakukan sebelum gowes...doa bersama, untuk kelancaran dan keselamatan bersama yang dipimpin kumendan RCC, kang haji Arjuli.

Jam 7.40 peserta mulai berangkat yg di-lead ama kang arif...dan diakhiri oleh the legendary swiper...cank Oot, kang udin dan gw (mulai keliatan gemblung ni swiper...tiga2nya pada bawa ht semua dan pada ngumpul di belakang... bukannya misah...kekekek).

Hahahihi Sepedaan

Ini kisah-kisah pribadi...

1.Bapak yang Baik Hati

Pagi yang indah, B2W sendirian dan baru terasa kalo ada yang salah dengan rantai sepeda. "Mmh, rupanya mata rantainya udah renggang, bentar lagi putus atawa lepas neh. Mana gak punya kunci rantai," pikir gw, sembari mengeluarkan rantai dari jeruji gigi di crank depan. Syukurlah, seorang Um usia 50-an lewat dan langsung menghentikkan laju sepedanya.

"Kenapa mas? Wah, rantainya lepas yaaah...," dan tanpa ba-bi-bu dia turun kemudian mencoba memasangkan kembali rante ke jeruji gigi di crank. "Gini caranya, tarik dulu RD-nya biar rantainya kendor, terus masukkin dah rantainya ke lingkaran gigi depan yang paling kecil," katanya bersemangat.